haii pembaca setiaa
sudah lama ya g baca tulisan terbaru dr penulis :p
mulai dari frekuensi kesibukan yang mningkat sampai terganggu oleh pelayanan jasa internet yang mahal (maklum msh mahasiswa pengangguran) :k
yasudaaah langsung saja, sekarang kita masuk ke tulisan yang ingin penulis sampaikan
well seperti yang kita ketahui, pemberitaan indonesia sedang heboh karena BBM yang rencananya akan naik 1 april 2012 dan tentu saja kenaikan ini memicu rakyat untuk melakukan aksi-aksi penolakan
diantaranya demo mahasiswa di setiap daerah wilayah indonesia.
Kalo saya amati dan membaca berita dari media cetak maupun melihat berita di media visual, jelas bahwa demo yang terjadi hari ini terdiri dari beberapa
elemen, ada dari kalangan MAHASISWA, dari Kalangan gerakan pemuda sebuah partai, LSM-LSM dan lain sebagainya. Apakah mereka sudah tidak percaya lagi dengan perwakilannya yang sekarang duduk dengan manis di gedung DPR??
sungguh sangat disayangkan dengan perkembangan demokrasi yang tidak sejalan sebagai mestinya, rasanya begitu ironis sekali demonstrasi yang diwarnai dengan anarkis tanpa memikirkan poin-poin aspirasi rakyat yang ingin disampaikan.
mahasiswa kadang memang berlebihan ketika demonstrasi. Apalagi kata-kata hujatan dan makian yang tidak mengenakkan serta membuat panas telinga dilontarkan dalam orasi ocehan yang nggak karuan. Jelas tujuannya demonstrasi “memperjuangkan sesuatu hal” tetapi polisi yang kena getah caciannya. Tujuannya baik, semangatnya luar biasa. Tapi sayang, cara penyampaiannya membuat orang lain merasa jengah!
Ada cara yang bijak dan baik ketika harus menyampaikan sebuah pendapat,
Kita harus tahu, bahwa para polisi yang berjaga-jaga sebenarnya juga adalah orang-orang yang terkena imbas dari kenaikan BBM. Rasa marah mereka ketika mereka memukuli mahasiswa kemungkinan besar frustasi mereka karena kenaikan BBM juga. Jadi tindakan represif yang digunakan polisi seharusnya dihilangkan. Bukan malah ditingkatkan, hingga memukuli mahasiswa-mahasiswa layaknya maling ayam. BUKAN. Aktivis- aktivis mahasiswa adalah pejuang serta pahlawan bangsa ini, mereka tidak layak diperlakukan seperti maling ayam, bahkan diperlakukan sesuai jaman feodal!
Silakan saja demonstrasi, tetapi yang baik. Santun dalam berucap dan bertindak. Senyum dalam wajah yang teduh sebagai seorang pahlawan bangsa sesuai dengan agen of change-nya. Dan polisi pun harus senyum ketika berhadap-hadapan dalam tatapan. :D
Jika perlu, jadikan perisai-perisai polisi sebagai tempat yang teduh dalam memayungi para demonstran. Bukan sebagai tameng penghadang. Dan jika perlu, gantilah senjata (pentungan, senapan) ketika berhadapan dengan mahasiswa dengan senapan-senapan air yang bisa menjadi penyejuk dahaga ketika selesai orasi! alhamdulillaah seger haha


Tidak ada komentar:
Posting Komentar